“Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, dan kekurangan harta, hilangnya jiwa, dan sedikitnya buah-buahan…(Surah al-Baqarah : 155)
Berat beban yang ditanggung oleh jiwa ibarat sebuah lori yang sedang membawa muatan yang melebihi had yang dibenarkan, merangkak-rangkak mendaki bukit. Di jalan yang rata pula bisa dikalahkan oleh kenderaan yang lebih kecil kelajuannya.
Bagaimana berat rasa yang ditanggung oleh jiwa bergantung kepada tahap kemampuan seseorang menyerapnya. Apabila seseorang itu gagal menyerap beban dijiwanya akibat ujian yang sedang ditimpakan ke atasnya, makan tekanan dijiwanya akan bertambah berat. Semakin lama beban yang ditanggung itu semakin bertambah sehingga jiwanya tidak mampu menanggung lagi bebanan yang ada. Derita sungguh menanggungnya, ibarat kata pepatah, berat mata memandang, berat lagi bahu yang memikulnya. Mata-mata banyak sekali yang melihatnya. Ada yang simpati, ada yang kehairanan, malah ada juga yang tidak ambil peduli. Namun, orang yang menanggungnya lebih hebat dari yang melihatnya.


















